Jumat, 07 Mei 2010

Motivasi:11 Fakta Tentang Ibu Ainun Habibi

http://1.bp.blogspot.com/_LS5JlNW-Vrw/S_h0nURJibI/AAAAAAAACH4/MCvt8aJZyDo/s1600/20Ainun-Habibie.jpg
1. Hidupnya sederhana meskipun untuk hidup mewah sangat bisa bagi beliau

Meski pernah menyandang status Ibu Negara saat suaminya, Prof Dr Ing Ir Bacharuddin Jusuf Habibie, menjabat Presiden ke-3 RI, dr Hasri Ainun Habibie tetap tampil low profile. Hasri menjadi Ibu Negara dari tahun 1998 hingga 1999.


2. Anak Ke-4 Dari 8 Bersaudara
Hasri Ainun Habibie lahir di Semarang, 11 Agustus 1937. Dia merupakan anak ke empat dari delapan bersaudara keluarga H Mohammad Besari yang beralamat di Jalan Ranggamalela 21 Bandung.

3. Hasri Ainun Berati mata yang indah

Setiap nama mengandung arti tersendiri. Bagi hasri Nama Hasri Ainun kurang lebih berarti mata yang indah.

4. Hasri Ainun kuliah di Fakultas Kedokteran di Jakarta

5. Pernah bekerja di Rumah Sakit Cipto mangunkusumo

Ainun Habibie pernah bekerja di Rumah Sakit Cipto mangunkusumo, Jakarta. Tinggalnya saat itu di Asrama Belakang RSCM di Jalan Kimia.

Ainun Habibie menikah dengan BJ Habibie pada tanggal 12 Mei 1962, berbulan madu di Kaliurang Yogyakarta, Bali dan dilanjutkan di Ujung Pandang. Dari pernikahannya itu, Ainun Habibiedikaruniai dua orang anak, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

6. Mengidap Peyakit penyakit bronchitis akut dan lemah jantung hingga wafatnya
Pada tanggal 24 Maret 2010, Ainun Habibie masuk ke rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro`hadern, Munchen, Jerman dan telah menjalani sembilan kali operasi. Empat dari sembilan operasi tersebut merupakan operasi utama sedangkan sisanya merupakan eksplorasi.(kompas.com)

Ainun Habibie mengidap penyakit bronchitis akut dan lemah jantung hingga wafatnya.(tempointeraktif.com). Ainun juga mengidap kanker usus besar. (news.id.msn.com)

7. Aktif Dalam Kegiatan Sosial Saat Jadi Pejabat Atau pun sesudahnya
"Saya merasakan itu, bagaimana perjuanngan (almarhumah). Saya melihat almarhumah yang luar biasa dan itu tidak hanya saat menjabat, tetapi sesudah menjabat. Ainun juga aktif dalam kegiatan sosial," ujar Hamzah, Selasa (25/5/2010). (news.id.msn.com)

8. Mendukung Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar menyatakan kekagumannya terhadap almarhumah Hasri Ainun Habibie, terutama soal konsentrasinya pada perjuangan perempuan."Dia teman Ibu saya. Perjuangan dia harus diteruskan. Beliau sempat menyampaikan khususnya untuk pemberdayaan perempuan harus ditingkatkan. Terutama kesetaraan gender, beliau berharap ini senantiasa terjaga," ujarnya saat melayat almarhumah Ainun Habibie di rumah duka, Selasa (25/5/2010). (news.id.msn.com)
9. Beliau Istri Yang Romatis
Lontaran bernada kagum dan pujian terus berdatangan dari sejumlah tokoh yang pernah dekat dengan almarhumah Hasri Ainun Habibie. Salah satunya dari mantan Panglima ABRI era Presiden Habibie, Wiranto.
"Beliau seorang pendamping yang baik. Dalam arti memberi support sepenuhnya kepada Pak Habibie dengan cara yang sangat arif. Sehingga posisi beliau sebagai pedamping saat itu, sebagai Ibu Negara, sungguh kita hormati," katanya di rumah duka, Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Selasa (25/5/2010).
"Beliau bisa memberikan kesejukan dalam nuansa yang penuh kekeluargaan. Kehadiran beliau bisa memberikan kedamaian dalam keluarga," puji Ketua Umum Partai Hanura ini.
Wiranto mengaku, banyak kenangan bersama Ainun saat mendampingi Habibie sebagai Presiden pada era reformasi yang cukup sulit saat itu. (news.id.msn.com)
10. Istri Yang Sangat Memperhatian Keluarga
Mantan Wakil Presiden RI periode 2004-2009 Jusuf Kalla memiliki kesan yang mendalam terhadap sosok almarhumah Hasri Ainun Habibie yang sangat memperhatikan keluarga.
"Beliau adalah ibu yang menjadi dambaan yang sangat lemah lembut, perhatian terhadap keluarga," katanya yang ditemui di rumah duka, Jakarta, Selasa, setelah memberikan ucapan belasungkawa terhadap BJ Habibie dan keluarga.
Jusuf Kalla yang didampingi ny Mufidah Kalla, mengatakan ibu Ainun dikenal sebagai pribadi yang mengagumkan, mampu mendidik anak-anaknya dengan baik dan mampu menjadi contoh bagi keluarga.
Menurut dia, keluarga BJ Habibie adalah keluarga yang harmonis. JK melihat BJ Habibie sebagai seseorang yang sangat mencintai istrinya.(id.news.yahoo.com)
11. Menjahit sendiri baju kantor dan baju sehari hari
Pasca menikah, Bu Ainun dan Pak Habibie segera bergegas menuju Jerman guna melanjutkan pendidikan doktornya di Aachen setelah sebelumnya menggondol gelar insinyur dengan nilai cum laude rata rata 9.5. Tanggal 27 Juli 1965 Habibie meraih Doktor Ingenieur dengan disertasi bertajuk Bietrag zur Temperaturbeanspruchung der Orthotropen. Nilai rata rata yang dicapai oleh Habibie tentu saja summa cum laude rata rata 10. Di awal awal kepindahan ke Jerman adalah masa masa sulit bagi pasangan muda ini. Habibie mesti membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Gaji dari bekerjanya hanya 600 DM atau sekitar Rp. 180.000,- sebulan, itu pun mesti dipotong oleh sewa pavilyun yang tergolong mahal sebesar 300 DM. Dengan sisa 300 DM itulah mereka mesti mencukup cukupkan diri melakukan survive di negeri orang. Bu Ainun juga bekerja di salah satu rumah sakit anak dan tak jarang mesti “Saya menjahit sendiri baju kantor dan baju sehari hari”.(regional.kompasiana.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan cerdas, karena komentar Anda adalah cerminan dari diri Anda. Salam Sukses

Artikel Lainya...

Sitemap